KISAHKU DI KEBUN BINATANG
KISAHKU DI KEBUN BINATANG
Sejak saat itu, Raziq menghabiskan banyak waktu bersama kuda kesayangannya. Setiap pagi, ia memberi makan dan membersihkan kandangnya. “Kuda, aku suka sekali bermain denganmu. Kamu sangat baik,” ujar Raziq sambil menuntun kudanya berjalan pelan. Kuda itu tampak mengerti dan mengangguk kecil, membuat Raziq semakin sayang padanya. Hubungan keduanya semakin dekat seiring berjalannya waktu.
Namun pada suatu hari, kuda itu mengalami luka di kakinya dan terlihat sangat lemah. Raziq panik dan memanggil ayahnya. “Ayah, kaki kuda kita terluka! Apa yang harus kita lakukan?” Namun meski sudah dirawat, kondisi kuda itu semakin memburuk. Lama-kelamaan, kuda itu pun mati. Raziq menangis sambil memeluk ayahnya. “Ayah… aku sedih sekali.” Ayahnya menepuk bahu Raziq dengan lembut. “Bersedihlah secukupnya, Nak. Kuda itu tahu kamu sangat menyayanginya.” Raziq pun merasakan duka yang dalam atas kepergian sahabat kecilnya itu.
Comments
Post a Comment