KISAHKU DI KEBUN BINATANG

                                                         KISAHKU DI KEBUN BINATANG


Pada suatu hari, Ayah Raziq membeli seekor kuda yang tampak kuat dan lincah. Ketika melihat kuda itu untuk pertama kalinya, Raziq merasa sangat gembira. “Ayah, apakah kuda ini untuk kita?” tanya Raziq dengan mata berbinar. Ayahnya tersenyum sambil mengangguk. “Iya, Raziq. Kuda ini milik kita sekarang. Rawatlah ia dengan baik.” Aziq pun mengelus kepala kuda itu dengan penuh kasih sayang.

Sejak saat itu, Raziq menghabiskan banyak waktu bersama kuda kesayangannya. Setiap pagi, ia memberi makan dan membersihkan kandangnya. “Kuda, aku suka sekali bermain denganmu. Kamu sangat baik,” ujar Raziq sambil menuntun kudanya berjalan pelan. Kuda itu tampak mengerti dan mengangguk kecil, membuat Raziq semakin sayang padanya. Hubungan keduanya semakin dekat seiring berjalannya waktu.

Namun pada suatu hari, kuda itu mengalami luka di kakinya dan terlihat sangat lemah. Raziq panik dan memanggil ayahnya. “Ayah, kaki kuda kita terluka! Apa yang harus kita lakukan?” Namun meski sudah dirawat, kondisi kuda itu semakin memburuk. Lama-kelamaan, kuda itu pun mati. Raziq menangis sambil memeluk ayahnya. “Ayah… aku sedih sekali.” Ayahnya menepuk bahu Raziq  dengan lembut. “Bersedihlah secukupnya, Nak. Kuda itu tahu kamu sangat menyayanginya.” Raziq pun merasakan duka yang dalam atas kepergian sahabat kecilnya itu.

Comments

Popular posts from this blog

AYAM KESAYANGAN ANI

BERMAIN PILTOL-PISTOLAN DENGAN KEPONAKAN