Posts

Showing posts from November, 2025

UUL PERGI JALAN-JALAN BERSAMA OM

Image
  UUL PERGI JALAN-JALAN BERSAMA OM Pada hari Minggu kemarin, Om Uul sedang libur bekerja. Karena memiliki waktu luang, Om Uul mengajak Uul pergi jalan-jalan ke pantai. Mendengar ajakan itu, Uul langsung melonjak gembira.  “Benarkah kita ke pantai, Om?”  tanya Uul dengan mata berbinar. Om Uul tersenyum sambil mengangguk,  “Iya, Uul. Ayo cepat bersiap supaya kita bisa lama bermain di sana.”  Dengan semangat, Uul segera mengambil topi dan sandal jepit kesayangannya. Sesampainya di pantai, Uul berlari-lari kecil menyambut suara ombak yang datang silih berganti.  “Om, lihat! Ombaknya tinggi sekali!”  seru Uul sambil tertawa. Om Uul ikut tertawa dan berkata,  “Ayo kita main ombak sama-sama, tapi jangan terlalu jauh, ya.”  Mereka pun bermain ombak bersama, sesekali Uul memercikkan air ke Om Uul hingga keduanya basah dan penuh tawa. Hari itu menjadi hari yang sangat menyenangkan bagi Uul karena bisa menghabiskan waktu bersama Om di pantai. P

MEMBANTU MAMA MEMASAK SAMBAL KESUKAANKU

Image
  MEMBANTU MAMA MEMASAK SAMBAL KESUKAANKU Hari ini, Alzam membantu Bunda memasak sambal di dapur. Sejak pagi, ia sudah bersemangat karena tahu Bunda akan membuat ayam goreng kesukaannya. Ketika melihat Bunda menyiapkan bahan-bahan, Alzam berkata, “Bunda, Alzam boleh bantu tidak?” Bunda tersenyum dan menjawab, “Boleh sekali, Nak. Tolong ulek cabenya pelan-pelan, ya.” Dengan hati-hati, Alzam mulai mengulek sambal sambil sesekali mencium aroma masakan yang semakin sedap. Tidak lama kemudian, ayam goreng Bunda pun matang. Suara gorengan yang renyah membuat Alzam semakin tidak sabar. “Bunda, sambalnya sudah jadi!” seru Alzam bangga. Bunda melihat hasil kerja Alzam dan berkata, “Wah, hebat sekali. Terima kasih ya sudah membantu Bunda.” Mereka pun menata ayam goreng dan sambal di meja makan. Saat mencicipi masakan itu, Alzam tersenyum lebar. Hari ini terasa sangat menyenangkan karena ia bisa membantu Bunda dan menikmati makanan favoritnya.

BERMAIN PILTOL-PISTOLAN DENGAN KEPONAKAN

Image
  BERMAIN PILTOL-PISTOLAN DENGAN KEPONAKAN Hari itu, Fyan bermain bersama keponakannya yang bernama Irsyad. Mereka bermain pistol-pistolan di ruang keluarga dengan penuh semangat. Fyan berlari sambil berkata, “Awas, Irsyad! Aku tembak kamu!” Sambil tertawa, Irsyad ikut membalas, “Tidak bisa! Aku yang menang!” Namun saat sedang asyik bermain, tembakan mainan Fyan secara tidak sengaja mengenai Irsyad. Seketika Irsyad berhenti tersenyum dan mulai menangis. Melihat itu, Fyan merasa bersalah. Ia segera mendekati Irsyad dan berkata dengan lembut, “Maaf ya, Irsyad… Fyan tidak sengaja.” Irsyad mengusap matanya dan menjawab lirih, “Iya… tapi sakit.” Fyan memeluknya sambil berkata, “Aku janji hati-hati lagi.” Irsyad pun akhirnya tersenyum kembali dan membalas pelukan itu. Setelah kejadian itu, mereka kembali bermain dengan lebih berhati-hati dan tetap rukun.

ISAN SUKA KEKAMPUNG NENEK

Image
  ISAN SUKA KEKAMPUNG NENEK Hari libur sekolah adalah waktu yang paling ditunggu oleh Isan. Seperti biasa, ia akan berlibur ke kampung nenek. Pagi itu, Isan menaiki motor bersama Papa, Mama, dan Uni untuk menempuh perjalanan sekitar dua jam. Di sepanjang perjalanan, Isan menikmati pemandangan yang indah. “Papa, lihat! Gunungnya besar sekali!” seru Isan sambil menunjuk ke kejauhan. Papa tersenyum dan menjawab, “Iya, Nak. Kampung nenek memang dikelilingi pemandangan yang cantik.” Mama pun ikut berkata, “Lihat juga sawah dan burung-burung itu. Indah, bukan?” Isan mengangguk penuh kagum. Setibanya di kampung nenek, Isan langsung bersemangat. Begitu turun dari motor, ia berlari kecil ke arah halaman sambil memanggil, “Nek, Isan datang!” Nenek menyambutnya dengan pelukan hangat. Setelah beristirahat sebentar, Isan mulai menjelajah halaman rumah nenek. “Uni, ayo ikut! Kita cari kerang dan tangkap ikan,” ajak Isan penuh antusias. Uni tertawa dan menjawab, “Ayo! Tapi hati-hati ya, San....

BERLIBUR KE KAMPUNG HALAMAN

Image
  BERLIBUR KE KAMPUNG HALAMAN Hari ini adalah hari libur sekolah, dan aku ikut Ayah, Bunda, serta adikku pergi ke kampung halaman dengan mobil. Sejak pagi aku sudah bersemangat. Dalam perjalanan, aku menempelkan wajah ke jendela mobil sambil berkata, “Ayah, lihat! Itu laut! Dan di sana ada gunung!” Ayah tersenyum melalui kaca spion dan menjawab, “Iya, indah sekali, ya. Makanya Ayah suka perjalanan ke kampung.” Bunda juga ikut melihat pemandangan dan berkata, “Nanti kita berhenti sebentar kalau cuacanya cerah.” Namun tiba-tiba hujan turun dengan deras, membuat suasana perjalanan menjadi lebih sejuk. Sesampainya di kampung halaman, hujan mulai mereda. Aku langsung turun dari mobil dan melihat kakek, oma, cece, dan om sudah menunggu di teras. “Halo semuanya!” seruku sambil berlari kecil menghampiri mereka. Oma memelukku sambil berkata, “Wah, cucu Oma sudah besar!” Kakek tersenyum dan menepuk bahuku, “Ayo masuk, pasti capek setelah perjalanan jauh.” Aku merasa sangat senang bisa ...

KEGIATAN KU PAGI SABTU

Image
  KEGIATAN KU PAGI SABTU P agi tadi, sekitar pukul 07.30, Fai bersama kedua kakaknya membantu Bunda membersihkan rumput di halaman rumah. Dengan penuh semangat, Fai mencoba mencabut rumput meskipun terasa agak sulit. “Bundaa, rumputnya kuat sekali,” keluh Fai sambil tertawa kecil. Bunda mendekat dan berkata, “Tidak apa-apa, Fai. Yang penting berusaha, ya.” Mendengar itu, Fai kembali bersemangat. Setelah semua rumput selesai dibersihkan, Fai segera mencuci tangan dengan sabun lalu menikmati segelas teh hangat yang sudah disiapkan Bunda. Tak lama kemudian, Bunda mengajak Fai pergi ke pasar Simpang Haru untuk membeli ayam yang akan dimasak untuk makan siang. Dalam perjalanan, Bunda menoleh dan bertanya, “Fai senang tidak membantu Bunda tadi pagi?” Fai tersenyum lebar dan menjawab, “Senang sekali, Bunda!” Mereka pun melanjutkan perjalanan dengan gembira. Setelah selesai berbelanja, mereka pulang ke rumah dengan selamat. Hari itu terasa sangat menyenangkan bagi Fai karena dapat memb...

KEGIATAN SAPAKU (SARAPAN PAGI)

Image
  KEGIATAN SAPAKU (SARAPAN PAGI) Pagi itu, Balqis tiba di sekolah lebih awal dari biasanya. Setelah meletakkan tasnya, ia langsung menuju meja guru untuk mengecek apakah bukunya sudah disiapkan. Dengan penuh semangat, ia membuka tumpukan buku dan berkata pelan, “Hmm… buku Balqis yang mana, ya?” Tak lama kemudian, ia menemukannya dan tersenyum puas. “Ini dia! Saatnya mengerjakan tugas,” ujarnya sambil duduk di bangkunya. Balqis pun mulai mengerjakan tugas dengan tekun, halaman demi halaman. Setelah selesai, Balqis tetap berada di dalam ruangan sambil menata kembali bukunya. Sesekali ia melihat jam dan bertanya pada dirinya sendiri, “Sebentar lagi masuk, ya?” Tidak ada murid lain yang datang, namun Balqis tetap sabar menunggu. Suasana kelas masih tenang ketika akhirnya lonceng berbunyi. “Nah, akhirnya mulai juga!” seru Balqis dengan senang. Ia pun bersiap mengikuti pelajaran dengan penuh antusias.

BELAJAR TAHFIDZ QUR'AN

Image
  BELAJAR TAHFIDZ  QUR'AN Hari ini, Fazeela mengikuti pelajaran Tahfidz Qur’an seperti biasanya. Kegiatan ini adalah kegemarannya sejak kecil. Setiap kali ustazah datang, Fazeela selalu duduk paling depan dengan penuh semangat. “Ustazah, hari ini kita menghafal surat apa?” tanyanya dengan mata berbinar. Ustazah tersenyum dan menjawab, “Hari ini kita melanjutkan hafalan surat sebelumnya, ya.” Dengan penuh perhatian, Fazeela mendengarkan setiap arahan dan mulai menghafal baris demi baris ayat dengan suara lembut. Sepulang dari kelas Tahfidz, Fazeela tidak pernah lupa untuk mengulang hafalan yang sudah dipelajarinya. Ia duduk di ruang keluarga sambil membuka mushaf kecilnya. “Bunda, dengarkan hafalan Fazeela ya,” pintanya. Bunda tersenyum bangga dan menjawab, “Tentu, Nak. Bunda selalu senang mendengar kamu mengaji.” Dengan penuh keyakinan, Fazeela membaca ayat-ayat yang telah ia hafal. Dari seluruh kegiatan yang ia lakukan, Tahfidz Qur’an adalah yang paling ia cintai. Ia berh...

AKU SUKA PIZZA BUATAN BUNDA

Image
  AKU SUKA PIZZA BUATAN BUNDA Hari ini, Bunda membuat pizza spesial di rumah. Aroma lezatnya langsung tercium dari dapur, membuat aku berlari menghampiri dengan penuh penasaran. “Bunda, sedang membuat pizza ya? Baunya enak sekali!” tanyaku sambil menatap loyang yang sedang dipersiapkan. Bunda tersenyum dan berkata, “Iya, sayang. Hari ini kita coba pizza dengan keju mozzarella yang lumer.” Aku pun semakin bersemangat melihat Bunda menaburkan keju di atas adonan. Tak lama kemudian, pizza matang dan keluar dari oven dengan keju mozzarella yang meleleh sempurna. Aku langsung berseru, “Hmmmm… mantap! Aku suka sekali, Bun!” Bunda tertawa melihat antusiasmeku. “Kalau kamu suka, nanti kita buat lagi, ya,” katanya sambil memotong pizza menjadi beberapa bagian. Kami pun duduk bersama menikmati pizza buatan Bunda dengan penuh kebahagiaan. Suasana rumah terasa hangat dan menyenangkan karena momen sederhana itu.

HARI LIBUR PERGI BERENANG

Image
  HARI LIBUR PERGI BERENANG Tidak lama setelah mereka Pada hari libur, Hazim memutuskan untuk pergi berenang bersama ayah, ibu, dan kakaknya. Mereka semua sangat bersemangat karena sudah lama tidak berenang bersama. Setibanya di kolam renang, Hazim langsung melompat ke air sambil tertawa.   “Ayah, lihat Hazim bisa mengapung!”   serunya bangga. Ayah tersenyum dan menjawab,   “Wah, hebat sekali! Teruskan ya.”   Sementara itu, ibu dan kakaknya ikut bermain air di dekatnya sambil sesekali saling menyiram satu sama lain.  berenang, hujan tiba-tiba turun. Namun, bukannya berlari untuk berteduh, Hazim justru semakin bersemangat. “Ibu, seru sekali main hujan di kolam!” katanya sambil menengok ke langit. Ibu tertawa dan berkata, “Iya, tapi jangan terlalu lama ya, nanti kedinginan.” Mereka pun menikmati momen hujan sambil berenang hingga akhirnya memutuskan untuk pulang. Dengan badan basah dan hati gembira, Hazim berkata, “Kita harus berenang lagi lain waktu!” Aya...

SHAUQI SANGAT MENYAYANGI ADIKNYA

Image
  SHAUQI SANGAT MENYAYANGI ADIKNYA Shauqi sangat menyayangi adiknya yang bernama Shafly. Meskipun Shafly baru berumur empat tahun, Shauqi selalu sabar dan perhatian saat bermain bersama. Suatu sore, Shafly membawa mainan mobil kesayangannya dan berkata, “Abang, ayo main sama aku!” Shauqi tersenyum lalu menjawab, “Ayo, Shafly. Kita buat lintasan balap, ya.” Dengan penuh semangat, mereka pun mulai menata mainan di ruang keluarga. Tak lama kemudian, suara tawa mereka memenuhi rumah. Shafly berseru, “Mobil aku menang, Abang!” sambil mengangkat mainannya tinggi-tinggi. Shauqi tertawa dan berkata, “Hebat sekali kamu! Besok kita main lagi, ya.” Shafly mengangguk bahagia dan memeluk abangnya. Kebersamaan itu membuat mereka semakin dekat dan menambah hangat suasana rumah.

REKREASI KE PANTAI

Image
                                                             REKREASI KE PANTAI Saat aku berumur dua tahun, Papa dan Bunda sering membawaku ke pantai untuk berenang dan bermain pasir. Setiap kali tiba di pantai, aku langsung berlari kecil menuju air sambil memanggil abang dan uni. “Ayo, kita main air!” seruku penuh semangat. Bunda selalu memakaikanku pelampung warna cerah agar aku tidak tenggelam. “Ini untuk keamanan Varisha, ya,” kata Bunda sambil tersenyum. Sementara itu, Papa menggandeng tanganku dan berkata, “Papa ikut berenang dengan Varisha, jangan takut.” Di sisi lain, Bunda sibuk mendokumentasikan kegiatanku dan saudara-saudaraku. Ia mengambil banyak foto dan video sambil sesekali berkata, “Lihat sini, senyum dulu!” Aku pun tersenyum lebar sambil bermain air bersama abang dan uni. Suasana pantai, suara ombak, dan tawa kami ...

MEMASAK MIE GORENG SOSIS

Image
                                                      MEMASAK MIE GORENG SOSIS Pada hari Minggu, aku merasa sangat ingin makan mie goreng sosis. Aku pun menghampiri Ibu di dapur dan berkata, “Bu, aku ingin makan mie goreng sosis. Bisa Ibu buatkan?” Ibu tersenyum dan menjawab, “Boleh, tapi kamu bantu Ibu membeli bahannya, ya.” Tanpa ragu, aku langsung mengajak adikku untuk pergi ke minimarket. “Ayo, kita beli mie goreng jumbo dan sosis,” kataku sambil memegang tangan adikku, yang mengangguk senang. Setelah mendapatkan semua bahan, kami pulang ke rumah dan langsung menuju dapur. Aku membantu Ibu membuka bungkus mie, sementara adikku meletakkan sosis di meja. “Ibu, apa lagi yang bisa aku bantu?” tanyaku antusias. Ibu menjawab, “Tolong aduk mie-nya pelan-pelan, ya.” Tak lama kemudian, aroma mie goreng memenuhi seluruh rumah. Ketika akhirnya mie goreng s...

BERLIBUR KETEMPAT NENEK

Image
                                                            BERLIBUR KETEMPAT NENEK H ari ini Daffa pergi berlibur ke rumah nenek. Begitu tiba, ia langsung terpukau melihat pemandangan yang indah. Rumah nenek dikelilingi hamparan sawah hijau dan kolam yang airnya jernih. Daffa berlari kecil menghampiri nenek sambil berkata, “Nenek, tempatnya indah sekali! Daffa senang bisa liburan di sini.” Nenek tersenyum lembut dan menjawab, “Syukurlah kamu senang, Nak. Di sini kamu bisa bermain sepuasnya.” Di belakang rumah, Daffa melihat banyak pohon durian yang menjulang tinggi. Ketika nenek memetik satu buah durian dan membukanya, aroma harumnya langsung menyebar. “Wah, duriannya besar sekali, Nek!” seru Daffa dengan mata berbinar. Nenek tertawa dan berkata, “Ayo, kita makan bersama.” Daffa pun duduk di samping nenek dan mencicipi durian kesukaan...

AKU SENANG MEMBANTU IBU

Image
  AKU SENANG MEMBANTU IBU Sore itu, suasana rumah terasa tenang ketika Ibu sedang mencuci piring di dapur. Dari ruang tengah, aku melihat Ibu tampak sibuk. Tanpa menunggu diminta, aku segera menghampiri dan berkata, “Bu, aku bantu ya.” Ibu menoleh dan tersenyum hangat. “Oh, tentu. Terima kasih sudah mau membantu,” jawabnya. Aku pun mulai mengambil piring dan gelas yang sudah bersih, lalu meletakkannya di rak dengan hati-hati. Setelah semuanya rapi, Ibu memandangku dengan bangga. “Kamu cepat sekali merapikannya. Ibu senang sekali,” kata Ibu sambil mengusap kepalaku. Aku tersenyum dan menjawab, “Aku senang bisa membantu Ibu.” Suasana sore itu menjadi lebih hangat karena kami bekerja bersama. Rasanya menyenangkan ketika bisa membuat Ibu bahagia dengan hal sederhana.

BERLIBUR KERUMAH NENEK

Image
  BERLIBUR KERUMAH NENEK P agi itu, Omar bangun lebih awal dari biasanya karena ia sangat bersemangat untuk pergi ke rumah nenek bersama adik dan kakaknya. Dalam perjalanan, Omar bercerita tentang rencananya bermain di halaman rumah nenek dan membantu memetik buah di kebun. Sesampainya di rumah nenek, Omar langsung disambut hangat. Tiba-tiba ia mencium aroma masakan yang harum dari dapur. “Nenek sedang memasak apa?” tanya Omar penasaran sambil menghampiri. Nenek tersenyum dan menjawab, “Nenek sedang memasak ikan kesukaan kalian.” Setelah beberapa saat, nenek akhirnya selesai memasak. Omar, adik, dan kakaknya segera duduk di meja makan dengan penuh antusias. “Wah, baunya enak sekali, Nek!” kata Omar sambil menatap masakan itu dengan mata berbinar. Nenek tertawa kecil dan berkata, “Ayo, makan bersama. Semoga kalian suka.” Mereka pun makan bersama dengan penuh kehangatan dan cerita. Suasana makan siang itu menjadi momen yang menyenangkan dan membuat Omar merasa semakin dekat dengan...

IKAN PELIHARAAN KU

Image
IKAN PILIHARAAN KU     Daffa memiliki seekor ikan peliharaan yang hidup di kolam kecil di halaman rumahnya. Setiap pagi, Daffa selalu datang untuk melihat ikan itu berenang dengan indah. Suatu hari, ketika ia berdiri di tepi kolam, ikan itu tampak berputar-putar seolah menyambut kedatangannya. "Halo, ikan kecil! Kamu terlihat sangat ceria hari ini," kata Daffa sambil tersenyum. Ikan itu pun berenang mendekat ke permukaan udara, membuat Daffa semakin senang melihat tingkahnya. Saat Daffa menaburkan makanan, ikan itu segera menyantap serangga kecil yang mengapung di udara. Gerakannya cepat dan lincah, membuat Daffa takjub. “Wah, kamu suka sekali makan serangga ya?” tanya Daffa sambil tertawa kecil. Angin sepoi-sepoi menyentuh wajah Daffa, membuat suasana pagi terasa damai. Daffa benar-benar menikmati waktu melihat ikan kesayangannya dan berharap ia selalu sehat dan bahagia.

RAHMI MELIHAT CICAK YANG LUCU

Image
  RAHMI MELIHAT CICAK YANG LUCU Pada suatu sore, Rahmi sedang duduk di ruang tamu ketika ia melihat seekor cicak di dinding. Cicak itu merayap perlahan menuju cermin seolah sedang melihat bayangannya sendiri. “ Hei, cicak kecil, kamu sedang apa di sana? ” tanya Rahmi dengan rasa penasaran. Cicak itu berhenti sesaat, kemudian kembali merayap cepat sambil terus mengamati cermin. Rahmi tersenyum melihat tingkah lucu hewan kecil itu. Tak lama kemudian, cicak itu bergerak cepat menuju jendela. Rupanya, ia sedang mencari capung yang terbang rendah di sekitar lampu. “ Wah, kamu cepat sekali! Apa kamu mau menangkap capung itu? ” kata Rahmi sambil mendekat. Cicak kecil itu berlari begitu lincah hingga hampir tak terlihat. Rahmi merasa senang menyaksikan cicak itu beraksi. “ Aku suka melihatmu, cicak kecil. Kamu hebat sekali! ” ujarnya sambil tertawa kecil.

DANISH DAN ALZAM BERMAIN BOLA

Image
  DANISH DAN ALZAM BERMAIN BOLA         Danish memiliki sebuah bola berwarna cerah yang sangat ia sukai. Bola itu berbentuk bulat dan mudah dipantulkan. Suatu sore, Danish berkata, “Alzam , tangkap ya! Aku lempar bolanya! ” Lalu ia melempar bola itu ke arah Alzam dengan penuh semangat. Alzam menangkapnya dengan cepat sambil tersenyum lebar. “ Wah, bolamu bagus sekali, Dan! ” ujarnya kagum. Setelah itu, Alzam mengoper balik bola tersebut dengan cara menendangnya. “ Siap, Dan! Aku tendang! ” katanya sambil mengayunkan kaki. Bola menggelinding ke arah Danish, dan mereka pun tertawa bersama. Tidak lama kemudian, teman-teman lain ikut bergabung. “ Ayo, kita bermain bola bersama! ” seru Danish. Hari itu menjadi sore yang menyenangkan karena mereka bermain bola dengan gembira.

AYAM KESAYANGAN ANI

Image
  AYAM KESAYANGAN HANNY Hanny memiliki seekor ayam yang sangat ia sayangi. Ayam itu memiliki kebiasaan unik, yaitu suka sekali memakan buah apel. Suatu pagi, ketika Hanny memberi makan, ayam itu berkokok nyaring. “ Kamu suka apel ya? Ini, aku bawakan lagi, ” kata Hanny sambil meletakkan potongan apel di dekatnya. Ayam itu langsung mematuk apel tersebut dengan gembira, membuat Hanny tertawa kecil. Pada hari yang sama, Hanny melihat ada beberapa anak ayam yang lucu berada di dekat induknya. Ia terkejut sekaligus senang. “ Wah, kamu sudah punya anak! Lucu sekali mereka, ” ujar Hanny sambil mengelus kepala induk ayam. Ayam itu kembali berkokok pelan seolah menjawab. Hanny merasa sangat bahagia melihat keluarganya bertambah. “ Mulai sekarang, aku akan menjaga kalian semua, ” ucapnya penuh sayang.

KISAHKU DI KEBUN BINATANG

Image
                                                                       KISAHKU DI KEBUN BINATANG Pada suatu hari, Ayah Raziq membeli seekor kuda yang tampak kuat dan lincah. Ketika melihat kuda itu untuk pertama kalinya, Raziq merasa sangat gembira. “ Ayah, apakah kuda ini untuk kita? ” tanya Raziq dengan mata berbinar. Ayahnya tersenyum sambil mengangguk. “ Iya, Raziq. Kuda ini milik kita sekarang. Rawatlah ia dengan baik. ” Aziq pun mengelus kepala kuda itu dengan penuh kasih sayang. Sejak saat itu, Raziq menghabiskan banyak waktu bersama kuda kesayangannya. Setiap pagi, ia memberi makan dan membersihkan kandangnya. “ Kuda, aku suka sekali bermain denganmu. Kamu sangat baik, ” ujar Raziq sambil menuntun kudanya berjalan pelan. Kuda itu tampak mengerti dan mengangguk kecil...