Posts

KEGIATAN SAPAKU (SARAPAN PAGI)

Image
  KEGIATAN SAPAKU (SARAPAN PAGI) Pagi itu, Balqis tiba di sekolah lebih awal dari biasanya. Setelah meletakkan tasnya, ia langsung menuju meja guru untuk mengecek apakah bukunya sudah disiapkan. Dengan penuh semangat, ia membuka tumpukan buku dan berkata pelan, “Hmm… buku Balqis yang mana, ya?” Tak lama kemudian, ia menemukannya dan tersenyum puas. “Ini dia! Saatnya mengerjakan tugas,” ujarnya sambil duduk di bangkunya. Balqis pun mulai mengerjakan tugas dengan tekun, halaman demi halaman. Setelah selesai, Balqis tetap berada di dalam ruangan sambil menata kembali bukunya. Sesekali ia melihat jam dan bertanya pada dirinya sendiri, “Sebentar lagi masuk, ya?” Tidak ada murid lain yang datang, namun Balqis tetap sabar menunggu. Suasana kelas masih tenang ketika akhirnya lonceng berbunyi. “Nah, akhirnya mulai juga!” seru Balqis dengan senang. Ia pun bersiap mengikuti pelajaran dengan penuh antusias.

BELAJAR TAHFIDZ QUR'AN

Image
  BELAJAR TAHFIDZ  QUR'AN Hari ini, Fazeela mengikuti pelajaran Tahfidz Qur’an seperti biasanya. Kegiatan ini adalah kegemarannya sejak kecil. Setiap kali ustazah datang, Fazeela selalu duduk paling depan dengan penuh semangat. “Ustazah, hari ini kita menghafal surat apa?” tanyanya dengan mata berbinar. Ustazah tersenyum dan menjawab, “Hari ini kita melanjutkan hafalan surat sebelumnya, ya.” Dengan penuh perhatian, Fazeela mendengarkan setiap arahan dan mulai menghafal baris demi baris ayat dengan suara lembut. Sepulang dari kelas Tahfidz, Fazeela tidak pernah lupa untuk mengulang hafalan yang sudah dipelajarinya. Ia duduk di ruang keluarga sambil membuka mushaf kecilnya. “Bunda, dengarkan hafalan Fazeela ya,” pintanya. Bunda tersenyum bangga dan menjawab, “Tentu, Nak. Bunda selalu senang mendengar kamu mengaji.” Dengan penuh keyakinan, Fazeela membaca ayat-ayat yang telah ia hafal. Dari seluruh kegiatan yang ia lakukan, Tahfidz Qur’an adalah yang paling ia cintai. Ia berh...

AKU SUKA PIZZA BUATAN BUNDA

Image
  AKU SUKA PIZZA BUATAN BUNDA Hari ini, Bunda membuat pizza spesial di rumah. Aroma lezatnya langsung tercium dari dapur, membuat aku berlari menghampiri dengan penuh penasaran. “Bunda, sedang membuat pizza ya? Baunya enak sekali!” tanyaku sambil menatap loyang yang sedang dipersiapkan. Bunda tersenyum dan berkata, “Iya, sayang. Hari ini kita coba pizza dengan keju mozzarella yang lumer.” Aku pun semakin bersemangat melihat Bunda menaburkan keju di atas adonan. Tak lama kemudian, pizza matang dan keluar dari oven dengan keju mozzarella yang meleleh sempurna. Aku langsung berseru, “Hmmmm… mantap! Aku suka sekali, Bun!” Bunda tertawa melihat antusiasmeku. “Kalau kamu suka, nanti kita buat lagi, ya,” katanya sambil memotong pizza menjadi beberapa bagian. Kami pun duduk bersama menikmati pizza buatan Bunda dengan penuh kebahagiaan. Suasana rumah terasa hangat dan menyenangkan karena momen sederhana itu.

HARI LIBUR PERGI BERENANG

Image
  HARI LIBUR PERGI BERENANG Tidak lama setelah mereka Pada hari libur, Hazim memutuskan untuk pergi berenang bersama ayah, ibu, dan kakaknya. Mereka semua sangat bersemangat karena sudah lama tidak berenang bersama. Setibanya di kolam renang, Hazim langsung melompat ke air sambil tertawa.   “Ayah, lihat Hazim bisa mengapung!”   serunya bangga. Ayah tersenyum dan menjawab,   “Wah, hebat sekali! Teruskan ya.”   Sementara itu, ibu dan kakaknya ikut bermain air di dekatnya sambil sesekali saling menyiram satu sama lain.  berenang, hujan tiba-tiba turun. Namun, bukannya berlari untuk berteduh, Hazim justru semakin bersemangat. “Ibu, seru sekali main hujan di kolam!” katanya sambil menengok ke langit. Ibu tertawa dan berkata, “Iya, tapi jangan terlalu lama ya, nanti kedinginan.” Mereka pun menikmati momen hujan sambil berenang hingga akhirnya memutuskan untuk pulang. Dengan badan basah dan hati gembira, Hazim berkata, “Kita harus berenang lagi lain waktu!” Aya...

SHAUQI SANGAT MENYAYANGI ADIKNYA

Image
  SHAUQI SANGAT MENYAYANGI ADIKNYA Shauqi sangat menyayangi adiknya yang bernama Shafly. Meskipun Shafly baru berumur empat tahun, Shauqi selalu sabar dan perhatian saat bermain bersama. Suatu sore, Shafly membawa mainan mobil kesayangannya dan berkata, “Abang, ayo main sama aku!” Shauqi tersenyum lalu menjawab, “Ayo, Shafly. Kita buat lintasan balap, ya.” Dengan penuh semangat, mereka pun mulai menata mainan di ruang keluarga. Tak lama kemudian, suara tawa mereka memenuhi rumah. Shafly berseru, “Mobil aku menang, Abang!” sambil mengangkat mainannya tinggi-tinggi. Shauqi tertawa dan berkata, “Hebat sekali kamu! Besok kita main lagi, ya.” Shafly mengangguk bahagia dan memeluk abangnya. Kebersamaan itu membuat mereka semakin dekat dan menambah hangat suasana rumah.

REKREASI KE PANTAI

Image
                                                             REKREASI KE PANTAI Saat aku berumur dua tahun, Papa dan Bunda sering membawaku ke pantai untuk berenang dan bermain pasir. Setiap kali tiba di pantai, aku langsung berlari kecil menuju air sambil memanggil abang dan uni. “Ayo, kita main air!” seruku penuh semangat. Bunda selalu memakaikanku pelampung warna cerah agar aku tidak tenggelam. “Ini untuk keamanan Varisha, ya,” kata Bunda sambil tersenyum. Sementara itu, Papa menggandeng tanganku dan berkata, “Papa ikut berenang dengan Varisha, jangan takut.” Di sisi lain, Bunda sibuk mendokumentasikan kegiatanku dan saudara-saudaraku. Ia mengambil banyak foto dan video sambil sesekali berkata, “Lihat sini, senyum dulu!” Aku pun tersenyum lebar sambil bermain air bersama abang dan uni. Suasana pantai, suara ombak, dan tawa kami ...

MEMASAK MIE GORENG SOSIS

Image
                                                      MEMASAK MIE GORENG SOSIS Pada hari Minggu, aku merasa sangat ingin makan mie goreng sosis. Aku pun menghampiri Ibu di dapur dan berkata, “Bu, aku ingin makan mie goreng sosis. Bisa Ibu buatkan?” Ibu tersenyum dan menjawab, “Boleh, tapi kamu bantu Ibu membeli bahannya, ya.” Tanpa ragu, aku langsung mengajak adikku untuk pergi ke minimarket. “Ayo, kita beli mie goreng jumbo dan sosis,” kataku sambil memegang tangan adikku, yang mengangguk senang. Setelah mendapatkan semua bahan, kami pulang ke rumah dan langsung menuju dapur. Aku membantu Ibu membuka bungkus mie, sementara adikku meletakkan sosis di meja. “Ibu, apa lagi yang bisa aku bantu?” tanyaku antusias. Ibu menjawab, “Tolong aduk mie-nya pelan-pelan, ya.” Tak lama kemudian, aroma mie goreng memenuhi seluruh rumah. Ketika akhirnya mie goreng s...